Presiden baru telah resmi dilantik hari ini. Pemerintah pusat masih terus fokus pada pembangunan infrastruktur di tahun 2020 dan yang akan datang. Hal ini terbukti dari alokasi anggaran infrastruktur yang masih mengalami kenaikan. Dimana, arah kebijakan pembangunan infrastruktur tahun 2020 secara umum akan diarahkan untuk mendorong konektivitas dan pemerataan pembangunan antar wilayah.

Dan kalau diperperinci lebih dalam, arah kebijakan pembangunan infrastruktur tahun 2020 adalah:

  1. Mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi industrialisasi dan untuk merespon revolusi Industri 4.0;
  2. Mendorong pembangunan infrastruktur di perkotaan untuk antisipasi urbanisasi (antara lain transportasi massal perkotaan, air bersih dan sanitasi, dan perumahan yang layak huni);
  3. Mendukung pemerataan pembangunan antar wilayah;
  4. Mendorong peran swasta maupun BUMN dalam rangka membiayai proyek strategis nasional melalui skema pembiayaan kreatif;
  5. Mengoptimalkan opsi-opsi kerja sama KPBU sebagai strategi kebijakan pembiayaan jangka panjang di luar APBN;
  6. Meningkatkan koordinasi lintas sektoral termasuk dengan Pemda selaras dengan target nasional;
  7. Meningkatkan komitmen untuk pembangunan sekaligus pemeliharaan infrastruktur terutama pada K/L yang terkait infrastruktur

Mengacu pada Nota Keuangan dan RAPBN 2020 yang dipaparkan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada bulan Agustus 2019 lalu, besaran anggaran infrastruktur dalam RAPBN 2020 diperkirakan mencapai Rp 419.240,6 miliar, yang terdiri dari infrastruktur ekonomi sebesar Rp 405.120,8 miliar, infrastruktur sosial sebesar Rp 8.771,0 miliar, dan dukungan infrastruktur sebesar Rp 5.348,9 miliar.

Dan jika diulas lebih detil lagi dalam bidang konektivitas, target pembangunan infrastruktur, meliputi pada :

  1. Pembangunan jalan sejauh 837 km
  2. Pembangunan jalur kereta api (jalur siap operasi dan jalur tahap awal/badan jalan) sepanjang 238,8 km
  3. Penyelesaian 3 bandara baru.

Lalu, bagaimana sektor lainnya ?.

Di bidang ketahanan air, pembangunan infrastruktur diarahkan antara lain untuk rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi untuk 16 ribu ha, dan pembangunan bendungan sebanyak 49 unit. Di bidang perumahan, diarahkan antara lain untuk pembangunan rusun sebanyak 5.224 unit dan pembangunan rumah khusus sebanyak 2.000 unit. Selain sasaran pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat pula kegiatan pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas baru di tahun 2020, antara lain KSPN Super Prioritas (termasuk GP Mandalika), dan persiapan pelaksanaan PON 2020.

Nah, bagi kalangan pengusaha, tentunya hal ini menjadi sebuah peluang untuk mengembangkan jaringan dalam aspek infrastruktur. Mengingat, program pemerintah ini dapat menjadi program jangka panjang yang memiliki prospek besar bagi kalangan industri.

Yuk, manfaatkan kesempatan ini.

 

Sumber : Diolah dari berbagai sumber